Selasa, 01 Desember 2015

PENGGUNAAN MEDIA CHARTA DAN LKS DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI TENTANG STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH TUMBUHAN PADA KELAS VIII C DI SMP NEGERI 4 SARADAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENGGUNAAN MEDIA CHARTA DAN LKS DAPAT MENINGKATKAN  HASIL BELAJAR  BIOLOGI TENTANG STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH TUMBUHAN PADA KELAS VIII C DI SMP NEGERI 4 SARADAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh : Sulastri, SMP Negeri 4 Saradan, Kab. Madiun
Jalan Klumutan, sumbersari, saradan

Kata kunci: media charta, LKS, hasil belajar
ABSTRAK
Media pelajaran jenisnya beragam masing masing mempunyai kelebihan dan kele- mahan, maka pemilihan media yang sesuai dengan topik atau pokok bahasan yang akan diajarkan harus benar benar dipikirkan oleh guru yang akan menyampaikan materi pelajaran. Pada penelitian ini pokok bahasan struktur dan fungsi tubuh tumbuhan media yang dianggap cocok untuk membantu siswa memahami konsep ini adalah media charta dan LKS. Pemilihan media charta diharapkan dapat membantu memberikan gambaran tentang struktur jaringan tumbuhan yang tentunya sulit untuk dilihat dengan mata telanjang pada benda aslinya. Sedangkan penggunaan media LKS diharapkan dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam mencari struktur dan fungsi tubuh tumbuhan sesuai pada benda aslinya. Dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya diharapkan konsep struktur dan fungsi tubuh tumbuhan yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa.
Penelitian ini berdasarkan permasalahan “Apakah pemanfaatan media charta dan LKS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII C di SMP Negeri 4 Saradan tahun pelajaran 2011/2012”. Sedangkan tujuan penelitian yang hendak diperoleh adalah untuk meningkatkan hasil belajar konsep biologi tentang struktur dan fungsi tubuh tumbuhan dengan menggunakan media charta dan LKS. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari 5 tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 4 Saradan. Data yang diperoleh berupa hasil pengamatan dan hasil test ulangan harian kegiatan belajar mengajar.
            Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 71,88% dan pada siklus II sebesar 81,25%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan media charta dan LKS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII C di SMP Negeri 4 Saradan, serta pemebelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran biologi.



I.     PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pencapaian tujuan pembelajaran pada mata pelajaran biologi masih banyak mengalami kesulitan, hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai hasil belajar terutama pada konsep struktur dan fungsi tubuh tumbuhan.

B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang dapat dirumus kan masalah yaitu “Apakah pemanfaatan media charta dan LKS dapat meningkatkan hasil belajar biologi tentang struktur dan fungsi tubuh tumbuhan bagi kelas VIII C di SMP Negeri 4 Saradan tahun pelajaran 2011/2012?

C.     Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian yang hendak diperoleh adalah untuk meningkat hasil belajar konsep biologi tentang struktur dan fungsi tubuh tumbuhan bagi siswa kelas VIII C di SMP Negeri 4 Saradan tahun pelajaran 2011/2012

D.     Hipotesa
Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Penggunaan media charta dan LKS dapat meningkatkan hasil belajar konsep biologi tentang struktur dan fungsi tubuh tumbuhan pada siswa kelas VIII C di SMP Negeri 4 Saradan tahun pelajaran 2011/ 2012.

E.      Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk :
1.       Siswa dapat meingkatkan hasil belajar konsep biologi dengan menggu nakan media charta dan LKS.
2.       Guru dapat memberikan tambahan pengayaan cara mengajar dengan bantuan meia charta dan LKS sehingga tujuan pelajaran dapat tercapai dengan baik.
3.       Lembaga dapat dijadikan sebagai bahan masukan informasi tentang salah satu alternatif cara pembelajaran biologi pada siswa dengan pemanfaatan media pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran.

F.      Indikator keberhasilan
Indikator keberhasilan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah
1.       Menggunakan media charta dan LKS dalam pelaksanaan
2.       Siswa lebih mudah paham materi  dengan penggunaan media charta dan LKS sehingga meningkat hasil belajarnya
3.       Guru lebih mudah untuk mencapai keberhasilan ketercapaian tujuan pembelajaran dengan menggunakan media charta dan LKS
4.       Hasil belajar siswa mengalami peningkatan sesuai yang diharapkan

II.                 KAJIAN PUSTAKA
A.     Pengertian Media Pembelajaran
Suatu media adalah perantara atau pengatur pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam kaitannya dengan pelajaran media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sehingga terjadi proses belajar. Media pembelajaran berguna untuk. Menimbulkan kegairahan belajar,  Memung- kinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan, Memungkinkan anak didik belajar sendiri sendiri menurut kemampuan dan minatnya (Departemen Pendidikan Nasional, 2005; 14)

B.      Media Charta
Media Charta merupakan media visual yang berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan. Banyak materi yang menguraikan tentang konsep tertentu harus diuraikan dengan bantuan charta sehingga lebih mudah dipahami bagi siapa yang mempelajarinya. Cara penyajian media charta dapat dipilih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Beberapa cara penyajian charta antara lain menggambar charta di atas kertas dan membang kitkan kepada semua anggota kelas, menggambar charta di atas papan tulis, menggambar chart di atas white board, di atas flip chart,  papan pengumuman atau dengan menggunakan OHP (Pasaribu, 1993).

C.     Lembar Kerja Siswa
Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. LKS biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya.(Depdiknas; 2004;18). Trianto (2008 :148) mendefinisikan bahwa Lembar Kerja Siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan dan pemecahan masalah. Menurut pengertian di atas maka LKS berwujud lembaran berisi tugas-tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Atau dapat dikatakan juga bahwa LKS adalah panduan kerja siswa untuk mempermudah siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. ujuan Lembar Kerja Siswa (LKS) manfaat dari LKS adalah : Mengaktifkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran, membantu siswa mengembangkan konsep. Melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses. Sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran. Membantu siswa dalam memperoleh informasi tentang konsep yang dipelajari melalui proses kegiatan pembelajaran secara sistematis. Membantu siswa dalam memperoleh catatan materi yang dipelajari melalui kegiatan pembelajaran (Achmadi:1996:35)

D.     Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004 : 22). Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita (Sudjana, 2004 : 22). Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989 : 39). Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981 : 21) menyatakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh  kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2002 : 39)


III.              METODE PENELITIAN
A.     Tempat, Waktu dan Subyek Penelitia
Tempat  penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Saradan pada bulan  Juli semester genap  tahun 2012, dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VIII C sejumlah 32 siswa

B.      Rancangan Penelitian
Penelitian dilaksanakan didalam kelas dengan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action reasearch)  yang terbagi menjadi 2 siklus, masing masing siklus terdiri dari 4 langkah yaitu:
1.       Perencanaan : menyiapkan media charta berupa media gambar, penyiapan LKS, lembar observasi dan soal ualngan harian untuk mengukur hasil belajar
2.       Tindakan : perlakuan dalam proses penelitian
3.       Observasi : mengamati dari hasil kegiatan belajar mengajar menggunakan media charta dan LKS
4.       Refleksi : mengkaji dan mempertimbangkan hasil dari tindakan yang sudah dilakukan

C.      Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian:
1.       Media Charta berupa gambar dari : irisan membujur akar, irisan melintang akar, irisan melintang batang, irisan melintang daun, struktur bunga, struktur biji, struktur mulut daun
2.       Lembar Kegiatan Siswa (LKS): menggambar irisan akar, mengamati irisan batang, menggambar irisan daun, mengamati stomata, mengamati bunga, mengamati biji, mengamati proses difusi osmosis
3.       Soal ulangan harian dan analisis ulangan harian
4.       Lembar observasi : siswa dan charta

D.     Pelaksanaan
Alokasi waktu pelaksanaan 2 jam pelajaran atau 2 x 40 menit, dengan langkah langkah pelaksanaan sebagai berikut:  menjelaskan dengan menggunakan charta yang sesuai materi pada hari itu, kemudian siswa dibagikan LKS untuk dikerjakan baik secara mandiri maupun berkelompok. Hasil kerja siswa dinilai dan didiskusikan bersama untuk menarik kesimpulan kegiatan hari itu. Pada akhir siklus dilaksanakan ulangan harian untuk melihat hasil belajar siswa.

E.      Refleksi
Kegiatan refleksi dilaksanakan setelah proses pembelajaran berakhir. Pada tahap ini peniliti mengolah data yang diperoleh dengan menggunakan analisis data, mengoreksi hasil pengerjaan LKS dan ulangan harian, kemudian menganalisis ulangan harian. Belajar siswa dianggap berhasil jika sudah mencapai atau melebihi standar ketuntasan nilai 70, dan kelas dianggap tuntas belajar jika terdapat 80 % yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 70%

IV.              HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini terlaksana dengan dua siklus. Adapun hasil tiap siklus sebagai berikut:
Siklus pertama
Peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pembelajaran, media akar, batang dan daun, lembar kerja siswa soal ulangan harian dan alat pelajaran yang mendukung. Siklus 1 dilaksanakan dengan 2 kali pertemuan, setiap pertemuan 80 menit. Pada pertemuan pertama siswa diminta melakukan kegiatan menggambar bagian bagian akar dan batang, meniru charta yang disiapkan oleh guru, kemudian mengerjakan lembar kerja siswa untuk mengamati irisan melintang batang monokotil dari batang jagung dan irisan melintang batang dikotil dari batang mangga yang telah dibawa oleh siswa. Pengamatan irisan batang dengan menggunakan mikroskop secara berkelompok 4 orang. Setelah selesai siswa bisa menunjukkan bagian bagian akar, batang dan fungsinya. Pada pertemuan kedua menggambar irisan melintang daun dan mengamatai stomata pada daun Rhoeo discolor dengan menggunakan mikroskop secara berkelompok. Ketika mengamati mulut daun banyak anak kesulitan mengambil preparat untuk diamati, sedangkan pada irisan batang dikotil anak mengalami kesulitan untuk menunjukkan pembuluh xylem dan floem karena irisan melintang batang kurang tipis. Untuk pengamatan batang jagung tidak ada kendala. Diakhir kegiatan dilakukan diskusi kelas untuk menyimpul kan fungsi bagian bagian akar, batang dan daun. Pada akhir proses siklus pertama siswa diberi tes berupa soal ulangan harian. Adapun hasil prestasi dari siklus pertama sebagai berikut:

No
Uraian
Hasil Siklus I
1
Nilai rata rata ulangan harian
66,406
2
Jumlah siswa yang tuntas belajar
16
3
Persentase ketuntasan belajar
71,88%

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa rata rata nilai dan ketuntasan belajar lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 80 %. Hasil dari refleksi kegiatan adalah siswa kurang antusias pada saat menggambar dan memberi keterangan karena media hanya satu tertempel di papan tulis, hal ini perlu diubah dengan memberikan charta yang diberikan secara berkelompok atau meniru pada buku paket yang telah disediakan. Perlu informasi tambahan bahwa hasil kerja siswa akan dinilai untuk mengetahui hasil kegiatannya.

Siklus  kedua
           Urutan kegiatan ssiklus kedua sama dengan siklus pertama dilaksanakan 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama dengan menggambar  charta bagian bunga dan bagian biji yang dapat dilihat dan ditiru dari charta yang dibagikan oleh peneliti dan mengamati dari bunga dan biji yang asli yang telah dibawa siswa dari rumah, sehingga persepsinya nanti sama. Siswa diminta mengamati biji monokotil dari biji jagung, padi dan biji dikotil dengan mengamati biji kacang tanah dan biji nangka. Siswa diminta menyebutkan bagian dan fungsinya. Pertemuan kedua siswa mengamati bagian bagian bunga sepatu yang telah dibawa dari rumah. Ternyata ada 4 anak yang tidak membawa bunga maka diminta untuk bergabung dengan siswa lain yang membawa, kemudian menggambar dan menyebutkan bagian bagian dan fungsinya sambil dibandingkan dengan media charta gambar bagian bagian bunga pada charta yang disediakan guru di papan tulis dan pada buku paket. Siswa tidak mengalami kesulitan untuk mengamati karena bunga dan biji kelihatan jelas tanpa harus menggunakan mikroskop untuk mengamati. Hasil pekerjaan siswa didiskusikan bersama dengan menanyakan  bagian-bagian bunga, biji dan fungsinya  serta bentuk bentuk bunga yang mengalami modifikasi untuk menambah materi siswa. Pada akhir kegiatan siklus kedua diberikan ulangan harian untuk mengetahui keberhasilan belajar dengan hasil sebagai berikut:

No
Uraian
Hasil Siklus I
1
Nilai rata rata ulangan harian
71,375
2
Jumlah siswa yang tuntas belajar
26
3
Persentase ketuntasan belajar
81,25%

Dari tabel di atas dapat diperoleh nilai rata rata keberhasilan belajar siswa adalah 71,38 dan ketuntasan belajar kelas mencapai 81,25% atau ada 26 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini telah menunjukkan bahwa pada siklus kedua ini ketuntasan secara klasikal telah menglami peningkatan dari siklus pertama. Dari data observasi siswa dapat disimpulkan bahwa mereka lebih mudah memahami materi jika melihat langsung bendanya atau dalam bentuk gambar seperti benda aslinya.

V.                 KESIMPULAN
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan belajar dengan menggunakan media charta dan LKS dapat meningkatkan pemahaman Biologi tentang struktur dan fungsi tubuh tumbuhan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 66,406 menjadi 71,375 dan  ketuntasan belajar secara klasikal tercapai dari presentase 71,88 % menjadi 81,25 %

VI.              SARAN
Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar ilmu pengetahuan alam lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut : 
1.       Untuk melaksanakan pembelajaran mengguna­kan media charta dan LKS hendaknya pemilihan charta dan bahan untuk partikum pelaksanaan LKS benar-benar diperhatikan disesuaikan dengan kemampuan siswa dan tujuan yang ingin dicapai.
2.       Membangun kesan pada siswa bahwa pelajaran IPA adalah pelajaran yang berkaitan dengan benda-benda di lingkungan yang dapat dipelajari langsung yang bisa dilakukan walau tanpa panduan guru secara langsung.
3.       Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di kelas VIII C SMP Negeri 4 Saradan Tahun pelajaran 2011/2012.
4.       Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.



DAFTAR PUSTAKA
Arief S. Sadiman, Dr, dkk, 2006, Media Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Cakrawala einstein muda, (--), Lembar kerja Siswa, http://tartocute.blogspot.com/.            Diakses pada tanggal 2 Agustus 2009.
Departemen Pendidikan Nasional, 2005. Ilmu pengetahuan IPA
Kusnandiono, 2009, Pengertian LKS, http://kusnan-kentus.blogspot.com/.  Diakses pada tanggal 5 Juli 2009.
Kimball John W, 1992,Biologi, Jakarta: Erlangga.
NN, (2009), Arti Dan Fungsi media pendidikan, http://terdidik.com. Diakses pada Tanggal 26 Oktober 2009.
Saiful Karim, dkk, 2008, Belajar IPA Kelas 8, Jakarta: Temprina Media Grafika.
Sri Anitah, 2008, Media Pembelajaran, Jakarta: LPP (UNS) dan UPT (UNS Press).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar